Dari Prospek Awal
Menjadi Mitra Aktif
Kumpulkan, validasi, dan daftarkan mitra outlet dan distributor dengan lebih cepat melalui alur kerja yang mengutamakan perangkat seluler, dirancang khusus untuk industri FMCG dan FMEG.
Kumpulkan dokumen melalui alur yang terstruktur.
Pantau setiap tahapan proses prospek dan percepat validasinya.
Verifikasi setiap prospek outlet menggunakan koordinat lokasi yang akurat.
Dari berbagai saluran, semuanya dalam satu tempat.
Mulai dari pencatatan yang tersebar di WhatsApp dan Excel hingga outlet duplikat dan fiktif, Sistem Manajemen Prospek Bizom menyederhanakan proses pencarian dan pendaftaran mitra. Sistem ini memberikan visibilitas real-time kepada manajer terhadap tahapan dan kecepatan perkembangan prospek, sekaligus mengotomatiskan proses KYC untuk mempercepat pendaftaran mitra.
Setiap prospek tercatat dalam satu tempat, mulai dari kontak pertama hingga menjadi mitra aktif.
Deteksi duplikasi secara otomatis berdasarkan nomor ponsel, GST, dan PAN untuk memastikan data outlet akurat dan tidak duplikat.
Manajer dapat melihat dengan jelas posisi setiap prospek dalam pipeline dan seberapa cepat perkembangan prosesnya.
Alur KYC yang terstruktur memangkas proses yang biasanya memakan waktu 2–3 minggu menjadi hanya beberapa hari.
Setiap tahapan perjalanan mitra saluran distribusi, mulai dari pencarian awal hingga aktivasi, dirancang agar lebih cepat, akurat, dan terkendali.
Setiap prospek secara otomatis dilengkapi dengan data lokasi saat dicatat. Tidak perlu lagi memasukkan alamat secara manual yang sulit diverifikasi.
1. Temukan
2. Kualifikasi
Pengguna tidak dapat langsung berpindah dari Tahap 1 ke Tahap 5. Setiap tahapan wajib diselesaikan terlebih dahulu.
Pengumpulan dokumen terstruktur menggunakan kerangka Tipe Dokumen yang sudah tersedia. PAN, GST, dan perjanjian dikumpulkan dalam satu alur, dilengkapi time-stamp dan dapat diaudit.
3. Verifikasi
4. Tindak Lanjut
Data prospek yang ditunda tetap tersimpan. Pengguna wajib mencatat alasan penundaan dan dapat melanjutkan proses dari langkah terakhir yang sudah diselesaikan tanpa harus mengulang dari awal.
Prospek yang berhasil menjadi mitra aktif dapat langsung dibuat menjadi data utama Outlet/Distributor. Kolom wajib yang belum terisi akan ditandai sebelum proses pendaftaran selesai.
5. Aktifkan
6. Pengawasan
Setiap interaksi di lapangan dicatat beserta waktu dan nama pengguna. Kecepatan penyelesaian setiap tahapan dapat langsung dipantau oleh SPOC dan manajer.
Ketika pencatatan prospek, validasi, dan pendaftaran mitra berjalan dalam satu alur kerja yang terintegrasi, tim dapat mengurangi waktu untuk memperbaiki data dan menindaklanjuti prospek, sehingga lebih fokus mengonversi prospek menjadi mitra aktif.
Pendaftaran Mitra Lebih Cepat
hari kerja
Transaksi Pertama Lebih Cepat
Lebih Sedikit Pekerjaan untuk Mengatasi Duplikat Data
Saat ini, ada distributor di luar sana yang sedang memilih antara bekerja sama dengan Anda atau kompetitor yang masih mengandalkan Excel untuk proses pendaftaran mitra. Jangan sampai Anda kehilangan peluang tersebut.
01
➝
Sistem Manajemen Prospek Bizom dapat diintegrasikan dengan CRM atau sistem yang sudah Anda gunakan melalui API, webhook, atau konektor siap pakai. Integrasi ini memungkinkan Anda menyinkronkan data prospek, memperbarui status, dan menyelaraskan pekerjaan tim di berbagai platform tanpa perlu memasukkan data secara manual.
02
➝
Data prospek yang sudah ada dapat dimigrasi ke Bizom melalui pengunggahan MDM. Proses ini dilengkapi dengan deteksi duplikasi untuk membersihkan basis data prospek sebelum proses pendaftaran mitra dimulai.
03
➝
Tidak. Mekanisme tahapan wajib memastikan setiap langkah harus diselesaikan sebelum prospek dapat melanjutkan ke tahap berikutnya. Kolom wajib juga divalidasi sebelum prospek yang berhasil menjadi mitra aktif dikonversi menjadi data master Outlet atau Distributor.
04
➝
Bizom mencocokkan data prospek dengan data yang sudah ada berdasarkan nomor ponsel, GST, dan PAN untuk mengidentifikasi duplikasi sebelum data dimasukkan ke data master.
05
➝
Prospek dapat ditunda dengan mencatat alasan penundaan yang wajib diisi, sementara seluruh informasi yang telah dikumpulkan tetap tersimpan. Ketika peluang tersebut sudah siap ditindaklanjuti, pengguna dapat melanjutkan proses dari tahapan terakhir yang telah diselesaikan tanpa harus mengulang dari awal.